Kamis, 10 November 2011

BERSETUBUH DENGAN WAKTU

BERSETUBUH DENGAN WAKTU Kau duduk menerawang terseok tak berdaya Tujuan hidupmu tlah terhempas realita kehidupan Peluh bercampur debu tak pernah kau hiraukan Sesaat matamu terpejam bercampur air mata mengalir penuh kepiluan Cita cinta dan harapan yg ada dihatimu terhempas pada luka... Cerita kehidupan mu yang tlah terkoyak... Hitam dan kelam nya zaman. Ibu.. Kau duduk termenung meratapi kehidupan di depan mata Cinta dan kasih mu tak putus diujung senja Walau badan mu teramat ringkih adanya... Tak padam harapan mu untuk mencari sesuap nasi Walau keriputnya kulitmu...jelas tampak tlah termakan hari. Ibu... Betapa pilu hati ini..melihat mu Di usia senja...kau masih bertarung melawan sgalanya Tak kau hiraukan Badai yang kerap menyapa Panasnya sang surya yg menyengat pada kulit mu yg kering Kala air mata langgit menangis membasahi tubuh mu Dingin nya malam menggerogoti tulang sendi yg rapuh Ibu... Kau begitu tampak pasrah akan sgalanya Apakah ini sudah menjadi garis tangan mu Ataukah sebuah kehidupan, yg begitu teramat kejam Terhadap diri mu... Hingga kau harus terus bersetubuh dengan waktu.... Demi diri dan kehidupan, hingga akhir kau menutup mata Bu.....ohh.....IBU.........."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar